RD Jhon Rusae secara resmi menutup Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) Periode Juli 2026 pada Jumat (31/7/2026) pukul 19.00 WITA di Aula P. Blasius Fernandez, SVD. Pada kesempatan tersebut, sebanyak 19 calon pasangan suami istri (Pasutri) menerima sertifikat sebagai tanda telah menyelesaikan seluruh rangkaian Kursus Persiapan Perkawinan. Sebelum penutupan, para peserta mengikuti Seminar Komunikasi Keluarga sebagai agenda penutup kursus.
Seminar diawali dengan sambutan Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP), Bapak Frans Wayan. Dalam sambutannya, Beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian Kursus Persiapan Perkawinan hingga selesai. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Seksi Keluarga DPP, narasumber, dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Selanjutnya, RD Fariz Paut selaku Sekretaris Pusat Pastoral Keuskupan Agung Kupang membuka Seminar Komunikasi Keluarga. Ia menegaskan bahwa komunikasi merupakan salah satu pilar penting dalam membangun kehidupan perkawinan yang kokoh dan menjadi sarana untuk memelihara persatuan dalam keluarga.








































Seminar dipandu oleh moderator, Bapak Germanus Paji, yang memperkenalkan dua narasumber, yaitu Bapak Abdy Keraf serta pasangan suami istri Bapak Vinsensius dan Ibu Paula Boyani dari Kelompok Marriage Encounter.
Pada sesi pertama, Bapak Abdy Keraf membawakan materi berjudul “Membangun Keluarga melalui Komunikasi yang Jujur, Hangat, dan Penuh Kasih.” Ia menguraikan bahwa komunikasi bukan sekadar penyampaian informasi, tetapi juga proses membangun saling pengertian, cinta, kedamaian dan kepercayaan dalam keluarga.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan empat tingkatan komunikasi, yakni basa-basi, membicarakan orang lain, bertukar gagasan, dan membagi perasaan. Setiap tingkatan dijelaskan melalui contoh-contoh dalam keseharian pasangan suami istri sehingga mudah dipahami oleh peserta.
Pada sesi kedua, Bapak Vinsensius dan Ibu Paula Boyani membagikan pengalaman mereka sebagai pasangan suami istri sekaligus anggota Marriage Encounter. Melalui dialog dan simulasi, keduanya memperagakan berbagai bentuk komunikasi dalam kehidupan rumah tangga serta menunjukkan bagaimana komunikasi yang terbuka dapat membantu pasangan menghadapi berbagai persoalan keluarga.
Usai penyampaian materi, seminar dilanjutkan dengan dua sesi tanya jawab. Para peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai komunikasi dalam kehidupan perkawinan yang kemudian ditanggapi oleh para narasumber berdasarkan materi dan pengalaman mereka dalam pendampingan keluarga.
Menjelang akhir kegiatan, RD Jhon Rusae menyampaikan sambutan penutup dan secara resmi menutup Kursus Persiapan Perkawinan Periode Juli 2026. Dalam pesannya kepada para calon pasangan suami istri, beliau mengajak peserta untuk membangun kebiasaan berkomunikasi yang baik dalam keluarga.”Sepakati waktu untuk mematikan HP dan mempraktikkan cara berkomunikasi dalam keluarga yang telah kalian dapatkan dalam kursus ini,” pesan RD Jhon Rusae sebelum menutup kegiatan KPP Periode Juli 2026.



































Dalam kesempatan tersebut, RD Jhon Rusae juga menyerahkan sertifikat kepada 19 calon pasangan suami istri sebagai tanda telah menyelesaikan seluruh proses pembinaan dalam kursus ini.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama sebagai penutup seluruh kegiatan Kursus Persiapan Perkawinan Periode Juli 2026.