Perayaan Ekaristi pemberkatan Taman Santo Petrus Manulai dilaksanakan pada Jumat, 12 Juni 2026. Perayaan yang dimulai pukul 17.00 WITA itu berlangsung khidmat dan dihadiri oleh umat Kuasi St.Petrus Manulai dan Undangan.
Misa kudus dirayakan secara konselebrasi dipimpin oleh Pastor Kuasi Paroki Santo Petrus Manulai, RD Andre J. Alo, diiringi paduan suara Orang Muda Katolik (OMK).


























Dalam homilinya, RD Andre J. Alo mengungkapkan perjalanan panjang pembangunan Taman Santo Petrus yang diwarnai berbagai pengalaman suka dan duka, tantangan dan harapan, serta kerja sama banyak pihak hingga taman tersebut dapat diselesaikan dan diberkati.
Ia juga menyoroti makna Santo Petrus sebagai pelindung kuasi paroki. Menurutnya, terdapat perbedaan antara istilah “pelindung” dan “penjaga”.
“Santo Petrus adalah pelindung Kuasi Paroki Santo Petrus Manulai, bukan penjaga. Perbedaan ini penting,” ujarnya.
Penjelasan tersebut berkaitan dengan posisi Patung Santo Petrus yang ditempatkan menghadap ke arah bangunan Gereja Santo Petrus Manulai. Posisi itu dimaksudkan untuk menegaskan peran Santo Petrus sebagai pelindung yang senantiasa melindungi dan mengarahkan umat kepada Kristus yang bersemayam dalam Tabernakel di gereja Kuasi Santo Petrus Manulai.
Usai doa penutup, dilanjutkan dengan acara pemberkatan Taman Santo Petrus. Selubung merah yang membungkus Patung Santo Petrus setinggi dua meter perlahan diturunkan. Prosesi dilanjutkan dengan sapaan adat atau Natoni oleh para tua adat, kemudian pemberkatan dan pendupaan, doa sulung secara bersama, serta peletakan karangan bunga di depan patung Santo Petrus.
Puncak kemeriahan terjadi setelah berkat perutusan, ketika pelepasan burung merpati bersamaan dengan peluncuran air mancur dan kembang api. Momen tersebut diiringi lantunan lagu “Hallelujah” karya Friederich Handel, yang membuat suasana sangat semarak.









Setelah seluruh rangkaian pemberkatan selesai dilaksanakan, umat dan Undangan mengikuti resepsi sederhana yang digelar di halaman depan gereja. Berbagai hidangan santap malam disajikan oleh Kelompok Umat Basis (KUB) sebagai ungkapan syukur dan sarana mempererat kebersamaan antarumat.
Pemberkatan Taman Santo Petrus tidak hanya menjadi penanda selesainya sebuah pembangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol persatuan, gotong royong dan iman umat Kuasi Paroki Santo Petrus Manulai yang terus bertumbuh dalam semangat pelayanan dan persekutuan.
Proficiat.