Ratusan umat Katolik menghadiri Misa Hari Raya Semua Orang Kudus sekaligus Penutupan Bulan Rosario 2026 di Gereja Santo Yoseph Naikoten, Kupang, Sabtu (31/10). Perayaan ekaristi ini dipimpin oleh RD Apolonius Dora, didampingi oleh RD Robin Lopez, serta diiringi oleh Paduan Suara Kharismatik.
Perayaan Ekaristi ini menandai dua momen penting dalam kalender liturgi Katolik, yakni Hari Raya Semua Orang Kudus serta Penutupan Bulan Rosario 2026.











Dalam homilinya, RD Robin Lopez menyoroti relevansi makna kekudusan bagi manusia modern. Ia menegaskan bahwa kekudusan bukanlah status yang mustahil dicapai, melainkan sebuah proses terbuka yang dimulai dari pengakuan atas keterbatasan manusiawi.
“Kekudusan adalah membiarkan Allah bekerja dalam kerapuhan kita,” ujar RD Robin di hadapan umat yang hadir.
Ia juga mengingatkan kembali esensi dari sakramen inisiasi yang telah diterima oleh setiap orang Katolik, yang membawa tanggung jawab moral dalam kehidupan sehari-hari.
“Kekudusan adalah warisan kita sejak kita diangkat menjadi anak-anak Allah melalui pembaptisan. Tugas kita adalah menjaga dan memelihara martabat baptisan itu agar senantiasa memancarkan kemuliaan Allah,” tambahnya.
Menghubungkan dengan Bacaan Injil tentang “Sabda Bahagia”, RD Robin menempatkan figur Bunda Maria sebagai model kekudusan bagi umat Katolik.








“Orang kudus yang paling sempurna menjalankan Sabda Bahagia adalah Bunda Maria. Ia mengajak kita berjalan bersama, menggandeng tangan kita menuju Putranya, Yesus Kristus,” kata RD Robin.
Dalam kesempatan tersebut, sebuah pertanyaan reflektif diajukan kepada umat yang hadir : “Apakah kita masih punya kerinduan untuk hidup kudus?”
Diakhir homilinya, RD Robin membumikan konsep kekudusan ke dalam tindakan-tindakan sosial yang konkret dan dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari :
“Setiap hari kita selalu dekat dengan kekudusan. Saat kita mengampuni yang bersalah, menolong yang menderita, saat kita membawa damai, dan ketika kita menghidupi Sabda Bahagia,” tegasnya.












Pada bagian Persembahan, para Ketua KUB satu persatu maju mempersembahkan kolekte Umat KUB selama berdoa Rosario pada bulan Oktober 2026.
Perayaan Ekaristi HR Semua Orang Kudus diakhiri dengan berkat penutup, yang sekaligus mengakhiri juga rangkaian Devosi Rosario selama bulan Oktober 2026.